Tawa di Tengah Talbiyah: Cara Sederhana Mengusir Tegang Menjelang Wukuf

By Admin


Rieke Diah Pitaloka/ Dok. DPR RI
Di tengah suasana haru keberangkatan menuju Arafah, sekelompok jemaah haji Indonesia mendadak tertawa bersama. Bukan karena hal besar, melainkan candaan ringan yang muncul di sela lantunan talbiyah.

Momen itu terjadi ketika Rieke Diah Pitaloka berjalan mendampingi jemaah sambil memimpin doa. Wajah-wajah lelah akibat cuaca panas perlahan mencair saat seorang jemaah menghampirinya dan mengaku ingin meminta maaf karena selama ini memanggilnya dengan nama “Oneng”.

Nama itu memang melekat kuat pada Rieke sejak membintangi serial televisi populer bertahun-tahun lalu. Alih-alih tersinggung, ia justru menanggapinya dengan tawa.

Suasana yang semula penuh ketegangan menjelang perjalanan ke Arafah berubah menjadi lebih hangat. Beberapa jemaah ikut tertawa, sementara yang lain tetap melanjutkan talbiyah dengan wajah lebih rileks.

Di balik candaan tersebut, ada kelelahan panjang yang tengah dihadapi ribuan jemaah. Cuaca panas, antrean panjang, dan mobilitas menuju Armuzna menjadi tantangan tersendiri bagi para lansia maupun pendamping.

Karena itu, interaksi sederhana semacam itu terasa berarti. Tidak hanya menjadi hiburan sesaat, tetapi juga penguat psikologis di tengah ibadah yang menguras tenaga dan emosi.

Rieke sendiri terus berada di antara rombongan jemaah perempuan, memimpin doa dan memberi semangat kepada petugas maupun peserta haji. Di tengah proses yang masih berjalan, ia berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalani puncak haji dengan aman dan lancar. (*)